Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diyakini memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai ekonomi melalui perdagangan karbon, didukung oleh kepadatan vegetasi, hutan, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penanaman pohon.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan perdagangan karbon di Wonosobo dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Menteri menerangkan bahwa karbon yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon dapat dikompensasikan dengan nilai uang.
Jumhur menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen memastikan perdagangan karbon berjalan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan langkah Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang menggerakkan masyarakat menanam ratusan ribu pohon kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan produktivitas lahan.
Selain perdagangan karbon, Jumhur melihat potensi ekonomi Wonosobo dari sektor pariwisata berbasis lingkungan, termasuk Festival Balon Udara yang dianggap memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, pengembangan pariwisata berbasis keindahan dan kelestarian alam dapat menjadi keunggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pengembangan potensi tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Kementerian optimistis daerah-daerah di Indonesia dapat berkembang menjadi wilayah maju dan mandiri melalui penguatan sektor pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian ekologis bagi generasi mendatang.



