Sumatera Selatan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali. Kebakaran yang menghancurkan lahan gambut dan mineral ini menghasilkan kabut asap yang kembali terasa di kalangan masyarakat Palembang.
Persoalan karhutla di wilayah ini belum juga teratasi sejak tahun 1997. Menurut peneliti ekologi politik dari Universitas Islam, Yulion Zalpa, salah satu penyebabnya adalah pengetahuan tentang pengelolaan gambut menjadi perkebunan tidak hanya dikuasai oleh perusahaan, tetapi juga oleh masyarakat luas.



