Tetap Tenang dan Mundur Perlahan Jika Bertemu Harimau

Para ahli satwa liar merekomendasikan tetap tenang, tidak berlari, dan mundur perlahan jika bertemu harimau di habitat aslinya untuk meningkatkan peluang keselamatan.

By Sama News Agency
August 17, 2026
Seekor anak harimau dengan belang hitam-putih terlihat mencapai ke arah dedaunan hijau di tepi jalan sambil seekor harimau dewasa terlihat di latar belakang yang lebih jauh.
Seekor anak harimau (tigris) mencapai ke arah tanaman sambil bergerak di sepanjang jalan berbatu, diikuti oleh induknya. Foto ini menunjukkan perilaku alami harimau di habitat aslinya dan menekankan pentingnya menjaga jarak aman saat berada di area yang didiami harimau. (Antara — Warta Bumi)
2 min read
Text size

Harimau adalah predator puncak dengan kekuatan, kecepatan, dan naluri berburu yang tinggi. Meski peluang bertemu harimau di habitat aslinya relatif kecil ketika mengikuti jalur yang aman, situasi tersebut tetap dapat terjadi saat seseorang beraktivitas di kawasan hutan yang menjadi wilayah jelajah satwa tersebut.

Kepanikan dapat memperbesar risiko terjadinya serangan dalam kondisi seperti itu. Ahli satwa liar menyarankan agar seseorang tidak memancing perilaku agresif harimau, tetap tenang, dan perlahan menjauh dari lokasi. Reaksi pertama banyak orang saat melihat harimau adalah berlari menjauh, namun tindakan ini tidak disarankan karena harimau memiliki naluri mengejar mangsa yang bergerak dan dapat berlari dengan kecepatan hingga sekitar 64 kilometer per jam.

Jika harimau mulai memperhatikan keberadaan seseorang, disarankan untuk membuat tubuh tampak lebih besar dengan mengangkat kedua tangan atau jaket di atas kepala sambil berdiri tegak. Saat mencoba meninggalkan lokasi, jangan pernah memutar badan dan membelakangi harimau. Tetap hadapkan tubuh ke arah harimau sambil melangkah mundur secara perlahan, namun hindari menatap mata harimau secara terus-menerus karena kontak mata yang intens dapat dianggap sebagai bentuk tantangan.

Apabila memungkinkan, manfaatkan benda-benda di sekitar seperti pohon besar, batu, semak, atau batang kayu sebagai penghalang. Beberapa ahli juga menyarankan untuk berbicara dengan suara pelan agar harimau menyadari bahwa seseorang bukan mangsa yang sedang melarikan diri. Jangan mencoba menyerang harimau secara langsung karena tindakan tersebut dapat memicu respons yang lebih agresif.

Setelah berhasil menjauh dari harimau, segera meninggalkan kawasan tersebut menuju lokasi yang lebih aman dan laporkan kejadian kepada petugas taman nasional, polisi hutan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, atau pihak berwenang setempat agar dapat melakukan pemantauan serta memberikan peringatan kepada masyarakat lain. Untuk mengurangi kemungkinan bertemu harimau, hindari memasuki kawasan yang diketahui menjadi wilayah jelajahnya sendirian dan hindari aktivitas di hutan pada waktu fajar dan menjelang senja ketika harimau umumnya lebih aktif berburu. Sebelum melakukan perjalanan di kawasan hutan, cari informasi mengenai jalur yang akan dilalui dan ikuti arahan dari petugas atau pemandu setempat.

Tetap Tenang dan Mundur Perlahan Jika Bertemu Harimau | Sama News Agency