Hibridisasi Kucing Hutan dan Domestik Risiko Genetik dan Penyakit

Ilmuwan konservasi memperingatkan bahwa perkawinan antara kucing hutan berbintik dengan kucing domestik dapat mengikis identitas genetik satwa liar dan membawa penyakit ke alam bebas.

By Sama News Agency
September 1, 2026
A spotted wild cat with gray and white fur and amber eyes sits alert in dense green and brown grassland vegetation.
Seekor kucing hutan berbintik dengan bulu abu-abu dan putih sedang berada di tengah vegetasi rumput yang lebat. Para ilmuwan konservasi mengkhawatirkan bahwa hibridisasi antara spesies ini dan kucing domestik dapat mengancam kelestarian genetik satwa liar dan memungkinkan penyakit baru masuk ke populasi alami. (Mongabay Indonesia)
1 min read
Text size

Video kucing berbintik yang berinteraksi dengan kucing peliharaan sering menjadi viral di media sosial dan mendapat pujian dari pengguna internet. Beberapa di antaranya mengharapkan dapat memiliki anak hasil persilangan keduanya.

Bagi ilmuwan konservasi, peristiwa perkawinan tersebut bukan sekadar momen yang menggemaskan. Para ahli menyebut proses ini hibridisasi, yaitu perkawinan silang antara satwa dari jenis berbeda yang dapat terjadi ketika kucing hutan berinteraksi dengan kucing domestik.

Jika tidak terkendali, hibridisasi dapat mengikis identitas genetik satwa liar dan memungkinkan penyakit dari populasi domestik menyebar ke ekosistem alam bebas. Proses ini menimbulkan risiko signifikan bagi kelestarian spesies liar.

Hibridisasi Kucing Hutan dan Domestik Risiko Genetik dan Penyakit | Sama News Agency