UMKM Binaan Pertamina Capai Omzet Rp 8,57 Miliar pada Semester Pertama 2026

UMKM yang didukung Pertamina mencatat pendapatan Rp 8,57 miliar selama semester pertama 2026 melalui partisipasi dalam berbagai pameran regional, nasional, dan internasional.

By Sama News Agency
August 16, 2026
Seorang pekerja menggunakan saringan untuk mengeringkan mie goreng kuning dalam sebuah mangkuk putih di atas tungku api, dengan wajan berisi minyak panas di belakangnya sebagai bagian dari proses produksi makanan.
Ilustrasi. Proses produksi mie goreng oleh sebuah usaha kecil menengah (UMKM), menunjukkan tahap penyaringan dan pengeringan mie yang telah digoreng sebelum dikemas untuk dijual. (Foto: Karangjambe Fams / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0))
1 min read
Text size

Akses ke pasar yang lebih luas menjadi kunci bagi UMKM binaan Pertamina untuk berkembang. Sepanjang semester I-2026, UMKM yang mengikuti berbagai pameran regional, nasional, dan internasional mencatatkan omzet sebesar Rp 8,57 miliar.

Pameran memberikan lebih dari sekadar kesempatan transaksi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Acara-acara tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, bertemu calon pembeli dan mitra bisnis, membuka jejaring kolaborasi, serta menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas, menurut Pertamina.

Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 2.822 sertifikasi telah difasilitasi Pertamina bagi UMKM binaannya. Sementara itu, perusahaan menyelenggarakan 579 pelatihan melalui Rumah BUMN Pertamina yang mencakup pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga pengelolaan usaha. UMKM binaan juga difasilitasi mengikuti 414 pameran berskala regional, nasional, dan internasional, antara lain Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo, Indonesia International Motor Show, dan INACRAFT 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan dukungan tersebut dirancang untuk membuka peluang bagi UMKM mengembangkan usahanya secara mandiri. "Memahami keterbatasan ruang untuk berkembang yang dihadapi pelaku usaha, Pertamina membantu UMKM melengkapi sertifikat dan legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru," ujar Baron.

Pengembangan UMKM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta industri, inovasi, dan infrastruktur. Melalui ekosistem yang semakin terbuka, UMKM diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat dan kompetitif.

UMKM Binaan Pertamina Capai Omzet Rp 8,57 Miliar pada Semester Pertama 2026 | Sama News Agency