Permintaan pemesanan awal Grand Theft Auto VI (GTA VI) mencatatkan rekor yang melampaui ekspektasi, memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja keuangan Take-Two Interactive. Menurut laporan keuangan untuk periode 1 April hingga 30 Juni yang dikutip Variety pada Jumat, perusahaan pembuat gim ini mencatat total net bookings sebesar US$1,39 miliar atau setara Rp24,74 triliun.
CEO Take-Two, Strauss Zelnick, mengakui bahwa respons pasar terhadap pembukaan pemesanan awal yang hanya berlangsung lima hari menjelang akhir kuartal melampaui perkiraan. "Tingkat pre-order ini sangat belum pernah terjadi sebelumnya dan mencengangkan," kata Zelnick, menambahkan bahwa perusahaan sangat berterima kasih atas respons tersebut. Namun, dia mengatakan belum ingin merayakan kemenangan sebelum gim dirilis secara resmi ke publik.
Pemesanan awal GTA VI dimulai pada 25 Juni setelah Rockstar Games mengumumkan harga sehari sebelumnya. Edisi standar gim ini dibanderol seharga US$79,99 dalam format digital maupun fisik berisi kode, sementara edisi ultimate dipatok US$99,99 dan mencakup koleksi kendaraan eksklusif, senjata, dan atribut dalam gim. Peluncuran global dijadwalkan pada 19 November, dengan rencana penayangan cuplikan durasi panjang eksklusif di Netflix pada akhir Agustus.
Meski antusiasme GTA VI membantu performa kuartal, laporan keuangan Take-Two menunjukkan penurunan net bookings keseluruhan sebesar 3 persen dari US$1,42 miliar tahun sebelumnya, serta kerugian bersih yang melebar menjadi US$34,1 juta. Namun, manajemen tetap yakin terhadap proyeksi jangka panjang berkat performa solid dari produk lain seperti NBA 2K.
Take-Two mempertahankan target net bookings tahun fiskal 2027 dalam rentang US$8,0 hingga US$8,2 miliar, didorong oleh antusiasme pasar yang tinggi terhadap peluncuran GTA VI.



