Menteri Malaysia Akui Pemeriksaan Bandara Kurang Fokus pada Narkoba

Menteri Dalam Negeri Malaysia mengakui pemeriksaan di Bandara Internasional Kuala Lumpur lebih fokus mendeteksi senjata daripada narkoba, menyusul penangkapan pilot Malaysia Airlines dengan membawa puluhan ribu pil ekstasi.

By Sama News Agency
August 16, 2026
Pemandangan dalam ruangan terminal bandara modern dengan atap berwarna oranye, deretan kios pemeriksaan penerbangan berlabel dengan huruf K, dan sejumlah penumpang mengantre dan berjalan di sekitar area.
Terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur menunjukkan area check-in dengan fasilitas pemeriksaan modern. Menteri Dalam Negeri Malaysia mengakui bahwa pemeriksaan di bandara ini lebih memprioritaskan pendeteksian senjata dibandingkan narkoba, setelah insiden penangkapan pilot Malaysia Airlines yang membawa puluhan ribu pil ekstasi. (CNN Indonesia — Internasional)
1 min read
Text size

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail mengakui pemeriksaan barang di Bandara Internasional Kuala Lumpur tidak fokus mendeteksi narkoba dan barang selundupan lainnya. Pengakuan tersebut menyusul penangkapan pilot Malaysia Airlines oleh otoritas Indonesia karena berupaya menyelundupkan 26 kilogram ekstasi dan metampfetamin saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Saifuddin mengatakan mesin pemindai di bandara tersebut secara teknis memiliki kemampuan penuh untuk mendeteksi barang selundupan seperti narkoba. Namun, ia mengakui protokol pemeriksaan yang diterapkan selama ini lebih memprioritaskan pendeteksian senjata, termasuk senjata api, benda tajam, dan bahan peledak.

Direktur Jenderal Malaysia Border Control and Protection Agency, Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, menjelaskan bahwa pemeriksaan bagasi dilakukan oleh Aviation Security dengan bantuan polisi tambahan, sesuai standar internasional yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Saifuddin mengatakan celah dalam pendeteksian narkoba menunjukkan perlunya peningkatan terutama dari sisi keahlian petugas pemeriksaan.

Pemerintah Malaysia tetap terbuka untuk menggunakan peralatan pemeriksaan yang lebih canggih di masa depan, meskipun mesin yang ada saat ini sudah memiliki kemampuan deteksi tinggi. Saifuddin mengatakan berbagai jenis peralatan dengan kemampuan lebih tinggi tersedia untuk sistem pemeriksaan di pintu masuk bandara.

Menteri Malaysia Akui Pemeriksaan Bandara Kurang Fokus pada Narkoba | Sama News Agency