Polisi mengungkap identitas Saepul (26) sebagai pelaku mutilasi terhadap pria berinisial K (51), yang jasadnya ditemukan dalam sebuah karung di lahan kosong pada 4 Agustus. Saepul, yang bekerja menjual pisang cokelat di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, sebelum berjualan Saepul pernah menjalani berbagai profesi. Polisi menemukan video lama yang memperlihatkan Saepul berpartisipasi dalam ajang pencarian bakat di sebuah program stasiun televisi. Dalam video tersebut, Saepul mengikuti ajang untuk membantu meringankan beban ibunya yang berjualan sayuran di pasar.
Saepul juga pernah bekerja sebagai guru matematika di sebuah sekolah menengah pertama di Pandeglang, Banten. Setelah melakukan aksinya, dia melarikan diri ke Pandeglang, menurut pengakuan tersangka kepada polisi. Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara menyatakan bahwa akun TikTok Saepul juga menampilkan kegiatan-kegiatannya tersebut.
Dari penyelidikan, polisi mengungkap bahwa Saepul merencanakan aksi pencurian barang korban hingga pembunuhan. Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan bahwa pelaku dan korban berkenalan melalui aplikasi Hornet, sebuah aplikasi sosial media untuk komunitas gay. Pengecekan ponsel Saepul menunjukkan bahwa dia tergabung dalam grup komunitas gay.
Saepul dijerat dengan pasal terkait pembunuhan berencana dan menghadapi ancaman hukuman mati.
