Kementerian Lingkungan Ajak Pelajar Kunjungi MRT untuk Pahami Solusi Krisis Ekologi

Kementerian Lingkungan Hidup menggelar program edukasi berbasis pengalaman langsung yang mengajak 13 pelajar SMA meninjau langsung operasi MRT Jakarta sebagai solusi transportasi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis ekologi perkotaan.

Oleh Sama News Agency
10 Agustus 2026
2 menit membaca
Ukuran teks

Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar program edukasi lingkungan bertajuk Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Edisi Ketiga pada hari Kamis dengan mengajak 13 pelajar Sekolah Menengah Atas dari berbagai sekolah di Jabodetabek melakukan kunjungan lapangan. Peserta ditunjukkan Depo MRT Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan area konstruksi bawah tanah proyek MRT Fase Kedua di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Kunjungan lapangan dirancang untuk memperdalam pemahaman generasi muda mengenai pentingnya transportasi modern yang rendah emisi dan berkelanjutan sebagai solusi nyata dalam mengatasi krisis ekologi serta kemacetan perkotaan. Menurut Ketua Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Humas Kementerian Lingkungan, Romi Setiawan, program KELANA dirancang agar anak muda dapat melihat langsung pembuktian praktik pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

MRT Jakarta beroperasi sebagai transportasi massal ramah lingkungan dengan mengandalkan pasokan daya Listrik Aliran Atas dan sistem operasi berbasis komunikasi modern yang menjamin efisiensi energi serta tidak menghasilkan emisi gas buang langsung di koridor perkotaan. Head of Corporate Communication and Branding Department PT MRT Jakarta, Angga Satria Perdana, mengatakan bahwa MRT adalah kerja sama pemerintah antara Jepang dan Indonesia dengan standar dan kualitas pengelolaan transportasi kereta api yang baik.

Program KELANA juga memperkenalkan konsep Pengembangan Berorientasi Transit yang diterapkan oleh MRT Jakarta, termasuk pengurangan dampak lingkungan melalui integrasi antarmoda angkutan umum massal, peningkatan kualitas hidup dengan ruang terbuka hijau publik, serta pembangunan infrastruktur perkotaan yang tangguh terhadap risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Peserta program dibekali kapasitas komunikasi agar mampu mengolah pengalaman lapangan menjadi konten digital yang edukatif dan dibagikan kepada masyarakat luas.

Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titisari Kosasieputri, yang turut serta sebagai peserta, menekankan pentingnya aksi nyata generasi muda dalam merespons ancaman perubahan iklim global. Peserta lain, Sheikha Lana dari SMA Negeri 1 Depok, mengatakan bahwa program ini memungkinkan peserta untuk membagikan kepada teman-teman bagaimana generasi muda dapat berperan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kementerian Lingkungan Ajak Pelajar Kunjungi MRT untuk Pahami Solusi Krisis Ekologi | Sama News Agency