Perbedaan Paskibra dan Paskibraka dalam Pengibaran Bendera

Paskibra dan Paskibraka berkaitan dengan pengibaran bendera namun memiliki perbedaan mendasar dalam cakupan tugas, status, dan proses pembentukannya.

Oleh Sama News Agency
16 Agustus 2026
Sejumlah anggota tim berkostum merah putih sedang berbaris dan berinteraksi di sebuah lapangan berumput dengan latar belakang pohon kelapa.
Anggota Paskibraka menerima penghargaan atau pita dari seorang petugas militer di lapangan olahraga selama acara pengibaran bendera. Tim yang mengenakan seragam merah putih dengan identitas "Paskibraka" terlihat menjadi pusat dari kegiatan upacara ini. (Antara — Politik)
1 menit membaca
Ukuran teks

Paskibra dan Paskibraka sama-sama terlibat dalam pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi keduanya berbeda dalam cakupan tugas, status, dan proses pembentukan. Perbedaan ini penting diketahui karena kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Paskibra merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera dan umumnya merujuk pada kelompok yang menjalankan tugas pengibaran bendera dalam upacara di sekolah, instansi, organisasi, dan kegiatan lainnya. Di sekolah, Paskibra biasanya melatih peserta didik dalam baris-berbaris, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Paskibra memiliki cakupan yang lebih umum dan keberadaannya tidak terbatas pada pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan di tingkat pemerintahan.

Sementara itu, Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan merupakan program resmi pemerintah yang memiliki landasan hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. Paskibraka merupakan bagian dari program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila dan bertugas khusus dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan dan upacara Hari Lahir Pancasila. Anggota Paskibraka direkrut dan diseleksi melalui tahapan yang ditetapkan pemerintah, dengan penugasan mencakup tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Sejarah Paskibraka bermula pada 1946 ketika Presiden Soekarno memberikan tugas kepada Mayor (Laut) Husein Mutahar untuk mempersiapkan pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan HUT pertama Kemerdekaan Indonesia di Gedung Agung Yogyakarta. Gagasan Mutahar agar pengibaran dilakukan oleh pemuda dari berbagai daerah kemudian berkembang. Pada 1967, Mutahar mengembangkan formasi pasukan menjadi tiga kelompok dengan jumlah yang melambangkan tanggal Proklamasi: 17 pemuda sebagai pengiring, 8 sebagai pasukan inti, dan 45 sebagai pengawal.

Istilah Paskibraka sendiri baru digunakan pada 1973 ketika Idik Sulaeman mengusulkan nama tersebut sebagai sebutan bagi pengibar Bendera Pusaka. Seiring perkembangan waktu, Paskibraka tidak hanya menjalankan pengibaran dan penurunan bendera tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda dan kaderisasi calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila.

Perbedaan Paskibra dan Paskibraka dalam Pengibaran Bendera | Sama News Agency