Indonesia mendorong penguatan kerja sama kebudayaan di antara anggota BRICS, yang mencakup Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal tersebut dalam XI BRICS Culture Ministers' Meeting di Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8).
Fadli mengatakan kerja sama kebudayaan BRICS perlu berorientasi pada masyarakat, inklusif, dan berlandaskan kesetaraan kedaulatan, konsensus, dan saling menghormati. Menurutnya, tantangan global seperti disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, tekanan perubahan iklim, dan fragmentasi sosial menunjukkan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap pembangunan tetapi merupakan fondasi yang dapat memperkuat ketangguhan masyarakat dan mendorong inovasi.
Indonesia mengusulkan empat agenda utama untuk penguatan kerja sama kebudayaan BRICS. Pertama, penguatan pelindungan warisan budaya serta kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya. Kedua, penguatan industri budaya dan kreatif dengan menempatkan seniman dan kreator sebagai pusat ekosistem. Ketiga, pelindungan sistem pengetahuan tradisional dengan keterlibatan masyarakat pemegang pengetahuan. Keempat, penempatan kebudayaan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan global pasca-2030.
Deklarasi XI BRICS Culture Ministers' Meeting menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat industri budaya dan kreatif dengan perlindungan hak kekayaan intelektual dan remunerasi yang adil bagi kreator. Para negara juga menekankan pentingnya penguatan dokumentasi provenans serta kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya, serta meningkatkan kerja sama antar-museum, perpustakaan, dan institusi kebudayaan lainnya.
Fadli mengatakan komitmen yang telah disepakati perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Pertemuan dihadiri oleh utusan India, Indonesia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Brasil, Etiopia, Tiongkok, Rusia, Iran serta perwakilan Kuba, Belarus, Thailand, dan Kazakhstan selaku negara mitra BRICS.



