Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 65,94 poin atau naik 1,04 persen ke level 6.409 pada Jumat (7/8) silam. Transaksi mencapai Rp16,46 triliun dengan 38,06 miliar saham diperdagangkan, menurut Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad.
Selama periode 3 hingga 7 Agustus 2026, perdagangan saham ditutup positif dengan kapitalisasi pasar meningkat 2,64 persen dari Rp10.923 triliun menjadi Rp11.212 triliun. Rata-rata volume transaksi harian naik 32,98 persen dari 30,04 miliar menjadi 39,95 miliar lembar saham, sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62 persen dari 1,82 juta menjadi 2,32 juta transaksi.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/8), dalam rentang support 6.320 dan resistance 6.480. Pergerakan pasar akan dipengaruhi data keyakinan konsumen domestik, penguatan rupiah, dan data inflasi Amerika Serikat, katanya kepada CNNIndonesia.com pada Minggu (9/8).
Dari dalam negeri, pasar akan mencermati data indeks keyakinan konsumen Juli 2026 yang diperkirakan berada di level 116, turun dari 117,8 bulan sebelumnya. Penguatan nilai rupiah ke level Rp17.800 per dolar AS dinilai menjadi sentimen positif, didukung oleh aksi beli investor asing yang mencatatkan foreign inflow Rp494 miliar di pasar saham awal pekan Agustus 2026.
Oktavianus merekomendasikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang ditutup menguat 1,60 persen ke 635, diprojeksikan menyentuh 685 minggu ini. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ditutup menguat 4,69 persen ke 2.230, diprojeksikan mencapai 2.400, dan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ditutup menguat 3,52 persen ke 2.940, diprojeksikan menyentuh 3.130.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat minggu depan dengan level support 6.112 dan resistance 6.454. Dari luar, investor akan mencermati data inflasi Amerika Serikat Juli yang diperkirakan melambat, serta data dari China yang juga diprediksi melandai. Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada laporan kinerja emiten kuartal II 2026 dan pembagian dividen interim.
Herditya merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang ditutup menguat 1,33 persen ke 456, diprojeksikan mencapai 520 minggu ini. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup menguat 4,47 persen ke 187, diprojeksikan menyentuh 210, dan saham PT Multipolar Tbk (MLPL) ditutup menguat 5,21 persen ke 101, diprojeksikan mencapai 113.


