Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan dana filantropi Islam yang dikumpulkan melalui Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi di pasar modal. Langkah ini merupakan kolaborasi antara otoritas pasar modal, manajer investasi, dan pengelola Masjid Istiqlal untuk mengoptimalkan potensi filantropi berbasis syariah.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pada Capital Market Summit dan Expo sebelumnya, BEI mengundang manajer investasi bersama dengan Masjid Istiqlal untuk merancang skema pengelolaan tersebut. Dia mengatakan dana keagamaan akan ditempatkan di berbagai instrumen pasar modal syariah yang relevan, tidak terbatas pada satu bentuk produk saja.
Instrumen yang mungkin digunakan mencakup saham, reksa dana, dan produk lain yang akan dikelola oleh manajer investasi, menurut Jeffrey. Meskipun dia belum menerima laporan angka pasti tentang jumlah dana yang telah terkumpul, Jeffrey memastikan program pengelolaan dana filantropi tersebut sudah mulai berjalan.
Jeffrey mengharapkan semakin banyak manajer investasi dan investor yang terlibat aktif dalam mendorong instrumen pasar modal berbasis keagamaan, seperti wakaf saham dan wakaf reksa dana. Dia mengatakan partisipasi yang lebih luas akan memberikan dampak sosial yang lebih besar kepada penerima manfaat.


