Rupiah memperkuat posisinya menjadi Rp17.755 per dolar AS pada perdagangan Senin sore. Mata uang tersebut naik 142 poin atau 0,79 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan variasi. Yuan China naik 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,34 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,05 persen. Sebaliknya, dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,46 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,73 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Mayoritas mata uang utama negara maju menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Euro naik 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dolar Australia terapresiasi 0,09 persen, dolar Kanada naik 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,07 persen.
Analis DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS dan sentimen positif dari dalam negeri. Pasar merespons positif pengajuan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai Gubernur BI baru kepada DPR RI.
"Penguatan utamanya didukung oleh pengajuan Ibu Destry untuk menjabat Gubernur BI yang disambut positif oleh investor," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.


