Indeks Harga Saham Gabungan diramal naik pada awal pekan ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara teknikal IHSG mengalami penguatan 2,78 persen dalam rentang mingguan dengan peningkatan volume pembelian.
Berdasarkan analisis teknikal, posisi IHSG saat ini berada di bagian awal wave v dari wave (c) dari wave [iv], membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikannya. Herditya memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.440-6.544, namun mencatat potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371-6.390. MNC Sekuritas menargetkan support IHSG di kisaran 6.319-6.201, sementara level resistance diperkirakan pada rentang 6.454-6.599.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada rentang Rp 175-Rp 184 dengan target harga Rp 194-Rp 210 dan stoploss di bawah Rp 166. Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) juga direkomendasikan dengan buy on weakness pada area Rp 1.785-Rp 1.810 dengan target harga Rp 1.855-Rp 1.965 dan stoploss di bawah Rp 1.755.
Phintraco Sekuritas mencatat indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat dan secara mingguan, didorong data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Data nonfarm payrolls mencatat pengurangan 23 ribu lapangan kerja di Juli 2026, menyusul revisi ke bawah atas penambahan 20 ribu lapangan kerja di Juni 2026. Ekspektasi turun bahwa bank sentral Amerika tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Phintraco merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Phintraco menambahkan turunnya peluang kenaikan suku bunga the Fed, penguatan harga emas, dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.


