PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat laba bersih sebesar US$ 110 juta pada semester pertama 2026, meningkat 17 persen dibandingkan US$ 94 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perseroan juga tumbuh 9 persen menjadi US$ 1 miliar, didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata batu bara yang mencapai US$ 81 per ton dari sebelumnya US$ 78 per ton.
Manajemen ITMG menyatakan kenaikan harga jual rata-rata tersebut sejalan dengan menguatnya harga acuan batu bara. Volume penjualan batu bara juga meningkat 5 persen menjadi 12,3 juta ton dari 11,7 juta ton, meskipun volume produksi turun 5 persen menjadi 9,9 juta ton pada periode yang sama.
Pertumbuhan pendapatan tercermin dalam perbaikan profitabilitas perseroan. Laba operasional mencapai US$ 142 juta, tumbuh 14 persen, sementara EBITDA naik 11 persen menjadi US$ 181 juta. Marjin laba bersih juga meningkat dari 10 persen menjadi 11 persen.
Kendati demikian, kinerja tersebut dibayangi oleh tekanan pada arus kas operasi. Aliran kas bersih dari aktivitas operasi hanya mencapai US$ 62 juta pada semester pertama 2026, merosot 78 persen dibandingkan US$ 281 juta tahun sebelumnya. Perseroan menyebutkan penurunan terutama disebabkan oleh lebih rendahnya penerimaan pengembalian pajak sebesar US$ 169 juta dan pembayaran kepada pemasok yang lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya beban pokok pendapatan.
Biaya operasional ITMG meningkat akibat kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batu bara, termasuk peningkatan biaya bahan bakar sejalan dengan naiknya harga minyak dunia. Kas dan setara kas perseroan pada akhir Juni 2026 berada di level US$ 738 juta, turun 9 persen dari US$ 808 juta pada akhir 2025.


