Trump Akui Tukar Pesawat saat Pulang dari KTT NATO Turki

Presiden Trump mengakui ia berganti pesawat saat meninggalkan KTT NATO di Turki atas arahan Secret Service AS, dengan alasan keamanan akibat ancaman dari Iran.

Oleh Sama News Agency
18 Agustus 2026
A man in a dark blue suit with his arms raised stands at the top of airplane stairs in front of an aircraft with red and white fuselage.
Presiden Trump berdiri di tangga pesawat dengan kedua tangan terangkat saat akan meninggalkan KTT NATO di Turki, di mana ia kemudian mengganti pesawat atas rekomendasi Secret Service karena alasan keamanan. (CNN Indonesia — Internasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (11/8) mengakui ia diam-diam berganti pesawat saat hendak pulang dari KTT NATO di Turki bulan lalu atas arahan Dinas Rahasia AS (Secret Service). Trump mengatakan kepada wartawan bahwa meski telah berganti pesawat demi keamanannya, pesawat yang akhirnya ia gunakan tetap lebih rentan dibandingkan Air Force One.

"Saya rasa sebenarnya pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko yang lebih besar," Trump mengatakan kepada wartawan. "Menurut saya, pesawat itulah yang kemungkinan lebih mereka incar," tambahnya.

Setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer melalui truk katering dalam sebuah operasi pengelabuan yang tidak biasa. Media AS melaporkan perpindahan pesawat ini dipicu oleh ancaman dari Iran lantaran pada saat itu Washington dan Teheran sedang dalam periode ketegangan tinggi. Gedung Putih tidak mengungkapkan pergantian tersebut hingga Washington Post pertama kali melaporkannya pada Senin.

Trump mengatakan bahwa ia hanya mengikuti arahan Secret Service, lembaga yang bertugas melindungi presiden. "Ya, itu sepenuhnya tergantung pada Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka ingin saya lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer," kata Trump seperti dikutip Reuters. "Saya rasa memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya menerima banyak ancaman," ujarnya.

Trump sebelumnya menggunakan pesawat Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar dan telah direnovasi untuk terbang ke Ankara. Namun ia secara mendadak mengumumkan akan menggunakan Air Force One yang lebih tua saat meninggalkan Turki, memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pesawat baru tersebut. Perjalanan ke NATO itu merupakan penerbangan internasional pertama pesawat baru tersebut, dan proses renovasinya yang cepat telah memicu pertanyaan mengenai biaya dan keamanannya.

Trump Akui Tukar Pesawat saat Pulang dari KTT NATO Turki | Sama News Agency