Senator Demokrat: Trump Kalah dalam Perang Iran

Seorang senator Demokrat AS mengatakan Presiden Trump telah kalah dalam perang yang berkepanjangan melawan Iran, dengan Amerika semakin melemah dan Iran semakin kuat.

Oleh Sama News Agency
16 Agustus 2026
Seorang pria berpakaian jas biru gelap dengan dasi merah berjalan sambil menunduk, dengan petugas militer berseragam biru di sisi kanan melakukan upacara militer di latar belakang.
Presiden Trump terlihat dalam suasana formal dengan pendamping militer di lokasi resmi, berkaitan dengan diskusi tentang kebijakan AS terhadap Iran. (CNN Indonesia — Internasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Senator Amerika Serikat Chris Murphy dari Partai Demokrat mengatakan Presiden Donald Trump telah "kalah" dalam perang melawan Iran. Menurut Murphy, konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran justru melemahkan AS sekaligus memperkuat Teheran.

"Donald Trump sudah kalah perang ini. Amerika semakin lemah. Iran semakin kuat," kata Murphy dalam wawancara dengan NBC News.

Murphy menyatakan bersedia mendukung "kesepakatan yang buruk" demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Ia menilai masalah pembukaan Selat Hormuz lebih menguntungkan Iran daripada AS. Menurut Murphy, kesepakatan yang sedang dipertimbangkan akan memberikan Iran imbalan 100 miliar dolar per tahun untuk pembukaan kembali selat tersebut—jumlah yang setara dengan sepertiga dari keseluruhan ekonomi Iran.

Murphy juga menekankan dampak perang terhadap warga Amerika, dengan terus melonjaknya harga bahan bakar dan pangan. Ia mengatakan setiap hari perang berlanjut, Amerika semakin melemah, Iran semakin kuat, dan rakyat Amerika semakin dirugikan.

Dalam pernyataannya, Murphy menyatakan akan menolak permintaan pendanaan untuk melanjutkan perang, namun mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.

Senator Demokrat: Trump Kalah dalam Perang Iran | Sama News Agency