Sergey Brin Terima Gaji US$1 per Tahun meski Kekayaannya Rp4,763 Triliun

Sergey Brin, salah satu pendiri Google yang masuk daftar orang terkaya keempat dunia dengan kekayaan bersih US$267,6 miliar, memilih menerima gaji hanya US$1 per tahun.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
Seorang pria duduk di sofa hitam sedang berbicara di panggung, dengan lengan terbuka, di depan latar belakang berwarna ungu dengan sponsor O'Reilly yang terlihat.
Ilustrasi. Sergey Brin, pendiri Google, berbicara di acara yang disponsori O'Reilly, menunjukkan bahwa meskipun memiliki kekayaan bersih miliaran dolar, dia memilih menerima gaji hanya satu dolar per tahun dari perusahaannya. (Foto: James Duncan Davidson/O'Reilly Media, Inc. / Wikimedia Commons (CC BY 2.0))
2 menit membaca
Ukuran teks

Sergey Brin konsisten berada di posisi keempat orang terkaya dunia menurut data real-time Forbes. Kekayaan bersihnya mencapai US$267,6 miliar atau setara Rp4.763,5 trilun, dengan sumber utama berasal dari kepemilikan saham Google dan Alphabet Inc., perusahaan induk Google.

Perjalanan Brin dimulai dari bangku kuliah. Pria kelahiran Moskow yang bermigrasi ke Amerika Serikat ini belajar matematika dan ilmu komputer di University of Maryland, kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Stanford University. Pada 1995, pada usia 22 tahun, ia bertemu Larry Page di kampus tersebut.

Brin dan Page awalnya sering berdebat karena perbedaan karakter, tetapi keduanya disatukan oleh ketertarikan terhadap masalah ekstraksi data dari kumpulan informasi besar. Mereka mengembangkan algoritma bernama PageRank yang menilai tingkat kepentingan halaman web berdasarkan jumlah dan kualitas tautan yang merujuknya. Pada 1997 mereka mengubah nama proyek mesin pencari mereka menjadi Google, dan secara resmi mendirikan perusahaan pada 1998 di sebuah garasi sewaan.

Sebagai Co-founder, Brin menjabat sebagai President of Technology dan memimpin proyek-proyek inovasi Google, termasuk Google X yang menghasilkan Google Glass dan pengembangan mobil otonom. Ketika Google melakukan restrukturisasi menjadi Alphabet Inc. pada 2015, Brin diangkat sebagai Presiden Alphabet hingga ia mundur dari jabatan eksekutif harian pada akhir 2019, meski tetap mempertahankan pengaruhnya sebagai pemegang saham pengendali dan anggota dewan direksi.

Meski mencapai status miliarder, Brin memilih menerima gaji hanya US$1 per tahun. Setelah Google melantai di bursa saham, Brin dan Page menolak menerima gaji besar dan memotong gaji pokok harian mereka ke level tersebut, dengan kekayaan mereka murni didukung oleh nilai kepemilikan saham perusahaan.

Selain itu, Brin dikenal memiliki kepribadian eksentrik. Pada awal pengembangan Google, ia kerap berkeliling kantor menggunakan sepatu roda. Ia juga aktif dalam olahraga ekstrem seperti trapeze dan memiliki rasa penasaran tinggi terhadap teknologi. Brin bahkan merakit komputer gaming bersama putranya untuk menambang mata uang kripto Ethereum demi memahami konsep desentralisasi blockchain. Ia juga mendirikan perusahaan LTA Research & Exploration yang mengembangkan pesawat balon udara modern untuk misi pengiriman bantuan kemanusiaan global.

Sergey Brin Terima Gaji US$1 per Tahun meski Kekayaannya Rp4,763 Triliun | Sama News Agency