Menteri Perdagangan Budi Santoso merespons tekanan harga telur dan ayam di tingkat peternak, yang di sejumlah wilayah memicu aksi pembagian unggas secara gratis. Menurut Budi, harga rata-rata nasional telur dan ayam masih berada di bawah harga acuan pemerintah (HAP), meskipun harga di tingkat konsumen relatif lebih tinggi.
Budi mengatakan harga rata-rata nasional telur saat ini berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram, sedangkan batas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30 ribu. Untuk daging ayam, harga rata-rata nasional sekitar Rp36 ribu per kg, sementara harga acuannya Rp40 ribu.
Pemerintah akan menyiapkan langkah untuk membantu menyerap produksi peternak sekaligus memperbaiki distribusi pasokan. Salah satunya melalui keberlanjutan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk pakan hingga Desember serta penyerapan telur dan daging ayam melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Budi juga menyebut pemerintah mengatur distribusi antardaerah melalui business matching, mempertemukan daerah dengan surplus pasokan kepada wilayah yang mengalami kekurangan, terutama di kawasan timur Indonesia. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, kenaikan harga di 52,22 persen wilayah pemantauan BPS antara lain dipengaruhi keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan, termasuk dari beroperasinya kembali SPPG setelah libur sekolah.
Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sebelumnya memastikan kebijakan pengendalian harga pakan dilanjutkan hingga akhir tahun. Amran juga menyebut frekuensi konsumsi telur dalam menu MBG berpeluang ditingkatkan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk memperbesar penyerapan produksi telur peternak.



