Sejumlah pusat kesehatan masyarakat memperluas layanan konsultasi jarak jauh yang menghubungkan tenaga kesehatan desa dengan dokter di rumah sakit rujukan.
Program tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan kasus yang memerlukan pertimbangan spesialis tanpa harus langsung merujuk pasien ke kota.
Kendala utama yang dicatat adalah stabilitas jaringan internet di beberapa lokasi, sehingga sebagian konsultasi dilakukan melalui sambungan suara.
Dinas kesehatan menyebut evaluasi program dijadwalkan setelah enam bulan pelaksanaan.