Program pemberian makanan tambahan diperluas ke sejumlah sekolah dasar, dengan menu disusun bersama ahli gizi.
Penyusunan menu memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menekan biaya distribusi sekaligus mendukung produsen di sekitar sekolah.
Pelaksana program mencatat pentingnya pemantauan kebersihan dapur penyedia sebagai bagian dari standar pelaksanaan.
Evaluasi dampak direncanakan melalui pengukuran antropometri berkala pada peserta program.