Ruas jalan penghubung antarkabupaten sepanjang puluhan kilometer resmi dibuka setelah pengerjaan berlangsung sekitar tiga tahun, menurut keterangan pemerintah provinsi.
Jalur tersebut memangkas waktu tempuh kendaraan angkutan hasil pertanian dari kawasan dataran tinggi menuju pelabuhan terdekat, yang sebelumnya harus memutar melalui jalur pegunungan.
Kelompok tani setempat menyebut penghematan waktu berpotensi menekan biaya angkut dan mengurangi kerusakan komoditas segar selama perjalanan.
Pemerintah provinsi menyatakan tahap berikutnya berfokus pada penerangan jalan dan perbaikan bahu jalan di titik rawan longsor.