Revisi skema rujukan berjenjang mulai berlaku di fasilitas kesehatan, menyesuaikan kriteria rujukan untuk beberapa kondisi kronis.
Perubahan tersebut memungkinkan pasien dengan kondisi stabil menjalani kontrol rutin di fasilitas tingkat pertama tanpa rujukan ulang setiap kunjungan.
Otoritas menyatakan penyesuaian ini bertujuan mengurangi antrean di rumah sakit rujukan sekaligus memangkas biaya perjalanan pasien.
Sosialisasi kepada petugas fasilitas kesehatan berlangsung bertahap selama masa transisi.