Laboratorium riset nasional membuka akses sebagian fasilitasnya bagi peneliti dari perguruan tinggi melalui skema penggunaan bersama.
Skema tersebut memungkinkan penggunaan alat ukur presisi tanpa biaya sewa penuh, dengan syarat hasil riset dipublikasikan secara terbuka.
Pengelola menyebut jadwal penggunaan diatur melalui sistem pemesanan daring untuk menghindari benturan agenda antarkelompok riset.
Program serupa direncanakan diperluas ke laboratorium di wilayah lain pada tahap berikutnya.