Indonesia Amankan Pasokan Energi Saat Konflik Timteng Berlanjut

Indonesia mengamankan pasokan energi nasional dengan diversifikasi impor dari berbagai negara di luar Timur Tengah, karena gangguan di Selat Hormuz dan Bab Al Mandab akibat konflik regional.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
Fasilitas kilang minyak dan penyimpanan dengan tangki-tangki besar berwarna putih berlabel Pertamina yang tersebar di area industri yang luas dengan pemandangan pabrik di latar belakang.
Fasilitas penyimpanan minyak milik Pertamina di Indonesia. Diversifikasi sumber energi menjadi penting bagi Indonesia untuk mengamankan pasokan nasional di tengah gangguan di selat-selat strategis Timur Tengah akibat konflik regional.
1 menit membaca
Ukuran teks

Konflik di Timur Tengah terus mengganggu pasokan energi global. Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia, masih tidak aman dilalui, sementara Bab Al Mandab di Yaman yang melalui ancaman Kelompok Houthi menyumbang sekitar 10 hingga 12 persen dari jalur minyak internasional.

Mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) mulai memperluas sumber impor energi dari berbagai negara di luar Timur Tengah, termasuk Amerika Serikat, Afrika, Asia, dan kawasan ASEAN. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menginstruksikan kontraktor kontrak kerja sama memprioritaskan produksi minyak mentah dalam negeri dan mencari sumber LPG alternatif.

Presiden Prabowo Subianto menilai pengelolaan energi dalam negeri di tengah konflik geopolitik telah berhasil, dengan Indonesia tetap tenang saat dunia panik. Kesuksesan ini, menurut Prabowo, tidak lepas dari kerja Kementerian ESDM dan Pertamina dalam mengelola energi sehingga subsidi BBM tetap terjaga.

Pengamat energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai strategi diversifikasi impor yang dijalankan pemerintah dan Pertamina merupakan langkah tepat. Yayan menyarankan pemerintah memprioritaskan poros Singapura-Malaysia-India untuk pengadaan BBM karena rute tersebut tidak melewati Hormuz dan memiliki waktu tunggu yang pendek.

Untuk minyak mentah, Nigeria dan Angola menjadi alternatif utama pengganti pasokan Timur Tengah, sedangkan Amerika Serikat dan Brasil dapat menjadi cadangan meski membutuhkan waktu pengiriman lebih lama. Pertamina Hulu Energi juga terus meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri, dengan pencapaian 935 ribu barel setara minyak per hari pada akhir semester pertama 2026.

Indonesia Amankan Pasokan Energi Saat Konflik Timteng Berlanjut | Sama News Agency