PT Garuda Indonesia menyediakan 170.845 tiket penerbangan domestik gratis bagi wisatawan mancanegara. Inisiatif ini ditujukan agar pengunjung internasional tidak hanya berhenti di Bali atau Jakarta, tetapi melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.
Prina Eka Putri, Marketing Group Head Garuda Indonesia, mengatakan program tersebut menjadi stimulus untuk mendorong wisatawan internasional memperluas perjalanan mereka. Menurut Prina, program ini diharapkan memperpanjang lama tinggal wisatawan, mendorong kunjungan ke lebih banyak daerah, serta meningkatkan pengeluaran di hotel, UMKM, dan sektor pariwisata lainnya.
Yudhistira Setiawan, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, mengatakan keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Menurut Yudhistira, lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, dan besarnya pengeluaran wisatawan juga menjadi indikator penting. Data menunjukkan rata-rata pengeluaran wisatawan pada kuartal II 2024 mencapai sekitar US$1.285 dengan rata-rata lama tinggal 10 malam.
Dedi Ahmad Kurnia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata, mengatakan program tersebut juga menyasar pasar utama Indonesia di Asia dan Australia. Dari 11 rute Garuda, terdapat koneksi dengan pasar utama seperti Malaysia, Singapura, Thailand, China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Dedi menambahkan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat 5 persen pada periode Januari-Juni.
Prina menyebutkan angka 170.845 tiket juga dikaitkan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dengan skema tersebut, keterisian penerbangan internasional Garuda diharapkan meningkat, dengan target awal mendorong load factor dari kisaran 70 persen menjadi sekitar 80 persen.



