Camat Rancabungur Bantah Memaksa Tukang Cukur Minta Maaf

Camat Rancabungur di Bogor mengatakan pihak kecamatan tidak memaksa seorang tukang cukur untuk membuat video permintaan maaf terkait penolakan memasang bendera Merah Putih.

Oleh Sama News Agency
16 Agustus 2026
Seorang pengunjung berdiri di antara dekorasi merah dan putih dengan balon dan ornamen bertema nasional di sebuah toko atau pasar.
Dekorasi Hari Kemerdekaan Indonesia dengan bendera merah putih dan ornamen nasional dipajang di sebuah toko. Foto diambil saat kampanye kesadaran nasional sedang berlangsung di Indonesia. (CNN Indonesia — Nasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Camat Rancabungur, Kabupaten Bogor, Dita Aprilia mengatakan pihak kecamatan tidak memaksa seorang tukang cukur untuk membuat video permintaan maaf setelah video teguran terkait pemasangan bendera Merah Putih menjadi viral. Dita menyatakan tukang cukur tersebut datang ke kantor kecamatan pada malam hari didampingi pihak RT dan RW setempat untuk mengklarifikasi masalah, bukan untuk diminta membuat permintaan maaf.

Dita mengatakan dia tidak bertemu dengan tukang cukur saat yang bersangkutan datang ke kantor kecamatan dan tidak mengetahui proses pembuatan video permintaan maaf. Menurut pejabat tersebut, video dibuat di ruangan Satpol PP Kecamatan Rancabungur tanpa sepengetahuan pihak kecamatan dan pihak kecamatan juga tidak mengetahui bagaimana video kemudian tersebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, Dita terlihat meminta tukang cukur memasang bendera, kemudian seorang perekam bertanya kepada tukang cukur dengan nada tinggi mengenai alasan tidak memasang bendera. Video lain menunjukkan tukang cukur meminta maaf sambil memegang bendera Merah Putih. Dita mengatakan orang yang menegur tukang cukur dalam video tersebut bukan pegawai Kecamatan Rancabungur, melainkan teman media yang membantu menghimbau warga masyarakat.

Dita menjelaskan dia memasuki tempat usaha tukang cukur pada Senin (10/8) untuk membagikan bendera atau menghimbau pemasangan bendera. Dia merasa ada perkataan dari tukang cukur yang kurang tepat, dan teman media yang mendengar itu kemudian merasa emosi. Dita lalu meminta Sekretaris Kecamatan Rancabungur untuk masuk dan membantu menenangkan situasi.

Sejak awal Agustus, pihak kecamatan telah membagikan bendera Merah Putih kepada warga yang dinilai membutuhkan, sementara warga yang dianggap mampu hanya diberikan imbauan untuk memasang bendera secara mandiri. Dita juga mengatakan bahwa sebelumnya tukang cukur telah ditegur oleh pihak RT karena perkataannya.

Camat Rancabungur Bantah Memaksa Tukang Cukur Minta Maaf | Sama News Agency