Wall Street Meraih Rekor Tertinggi Setelah Data Ketenagakerjaan Mengecewakan

Indeks saham Wall Street mencatat peningkatan dua pekan berturut-turut dengan S&P 500 meraih rekor tertinggi, didorong oleh data ketenagakerjaan yang mengecewakan yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

By Sama News Agency
August 16, 2026
Aerial black and white photograph of Manhattan's skyline and waterfront, showing tall buildings, the Hudson River, and numerous ships and boats docked along the piers.
Ilustrasi. Pemandangan udara Manhattan menampilkan gedung-gedung pencakar langit di pusat keuangan New York, termasuk distrik Wall Street di tepi sungai Hudson dengan kapal-kapal perdagangan yang berlabuh di dermaga. Indeks saham mencapai rekor tertinggi setelah data ketenagakerjaan yang meleset dari ekspektasi mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga. (Foto: Unknown authorUnknown author / Wikimedia Commons (Public domain))
2 min read
Text size

Ketiga indeks utama Wall Street menutup di zona hijau pada perdagangan Jumat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. S&P 500 naik 0,62% ke rekor tertinggi 7.757,64, sementara Nasdaq Composite menguat 1,3% menjadi 26.690,62 dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,28% atau 151,83 poin ke level 54.036,93.

Ketiga indeks mencatatkan kenaikan selama dua pekan berturut-turut dengan performa mingguan terbaik sejak April. S&P 500 menguat 3,6% sepanjang pekan ini, Nasdaq Composite naik 5,2%, dan Dow Jones meningkat hampir 3%. Kenaikan Nasdaq terutama didorong oleh sektor semikonduktor, dengan ETF iShares Semiconductor naik lebih dari 7% selama pekan.

Data ketenagakerjaan nonpertanian menunjukkan ekonomi AS hanya kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, berbanding terbalik dengan konsensus ekonom yang memperkirakan penambahan 83.000 lapangan kerja. Tingkat pengangguran memang turun menjadi 4,1% dari perkiraan 4,2%, namun penurunan tersebut diiringi dengan melemahnya tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah dalam lebih dari lima tahun.

Data tersebut membuat pelaku pasar mengasumsikan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat September. Berdasarkan CME FedWatch, mayoritas pedagang kontrak berjangka suku bunga kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tersebut, berbeda dengan sehari sebelumnya ketika pasar memperkirakan probabilitas 55% bagi kenaikan sebesar 25 basis poin.

Saham-saham perangkat lunak memimpin kenaikan pada Jumat setelah laporan keuangan terbaru meredakan kekhawatiran investor mengenai potensi kecerdasan buatan mengganggu industri. Saham Atlassian melesat 35% setelah laba dan pendapatan kuartal keempat yang disesuaikan melampaui ekspektasi, sementara Cloudflare naik lebih dari 5% dan Airbnb menguat 17% usai membukukan hasil yang melampaui perkiraan.

Harga minyak juga naik tipis di tengak penantian investor terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 1,15% ke US$ 78,18 per barel, sementara minyak mentah Brent menguat 1,29% menjadi US$ 83,55 per barel.

Wall Street Meraih Rekor Tertinggi Setelah Data Ketenagakerjaan Mengecewakan | Sama News Agency