Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan induk platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, merugi US$238,1 juta atau setara Rp4,25 triliun pada kuartal II 2026. Kerugian tersebut melonjak hampir 10 kali lipat dibandingkan periode sama 2025, ketika TMTG merugi US$20 juta.
Membengkaknya kerugian disebabkan penurunan nilai aset nontunai perusahaan. AFP melaporkan Senin bahwa lebih dari US$190 juta dari total kerugian TMTG berasal dari penurunan nilai aset digital, aset digital yang dijaminkan, dan sekuritas ekuitas.
Aset digital telah menjadi faktor signifikan dalam kinerja keuangan TMTG. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat kerugian bersih yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan nilai aset kripto, menunjukkan bahwa fluktuasi harga aset digital dapat berdampak negatif terhadap laporan keuangan.
Meskipun mengalami kerugian besar, pendapatan perusahaan sebenarnya meningkat. TMTG meraup pendapatan sebesar US$1,7 juta pada kuartal II 2026, naik 89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagian besar dari operasi platform Truth Social. Namun, peningkatan pendapatan tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian periode yang sama.
Meski menghadapi kerugian membengkak, perusahaan menilai masih dalam posisi yang baik untuk menyelesaikan rencana merger dengan perusahaan teknologi fusi nuklir TAE Technologies pada 2026.

