Remaja Penembak di Thailand Pernah Sita Senapan Angin Sekolah

Remaja berusia 14 tahun yang melakukan penembakan mematikan di sekolah Thailand pernah membawa senapan angin ke sekolah dan sering menonton konten kekerasan di internet, menurut pernyataan polisi.

By Sama News Agency
August 12, 2026
Sebuah bangunan perpustakaan berarsitektur Thailand tradisional dengan atap berlapis kayu bersusun, menara puncak bergolongan tiga dengan hiasan emas, dindingnya berwarna putih dan cokelat, dikelilingi taman dengan bunga-bunga merah dan pepohonan.
Ilustrasi. (Foto: CEphoto, Uwe Aranas / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0))
1 min read
Text size

Remaja pelaku penembakan mematikan di sebuah sekolah di Thailand pernah membawa senapan angin ke sekolah hingga disita oleh seorang guru tahun lalu, menurut penyidikan polisi. Wakil Komisaris Kepolisian Wilayah Provinsi 1 Atthapol Anusit mengatakan guru tersebut menyita senapan BB milik remaja berusia 14 tahun itu.

Polisi mengatakan remaja tersebut sering menonton konten kekerasan di internet. Atthapol berkata kepada wartawan bahwa setelah pemeriksa komputer pribadi pelaku, ditemukan bahwa remaja telah menonton konten kekerasan di media sosial. Polisi juga mengatakan remaja menggunakan media sosial untuk mempelajari cara menggunakan senjata api, meski belum ada bukti bahwa dia pernah berlatih menembak.

Berdasarkan penyelidikan, remaja itu menunjukkan ketertarikan mempelajari penggunaan senjata api selama satu hingga dua tahun, kata Atthapol. Remaja tersebut telah tinggal bersama kakek-neneknya selama 12 tahun setelah kedua orang tuanya berpisah. Polisi telah mewawancarai 17 saksi dan menemukan sebilah pisau di dalam tas pelaku, serta senjata api, selongsong peluru bekas, dan komputer pribadi di lokasi kejadian.

Penyelidikan menunjukkan remaja 14 tahun itu menembak mati kakek dan neneknya di rumah sebelum pergi ke sekolah dan menembak mati enam orang lainnya. Setelah itu, dia menembak dirinya sendiri.

Kementerian Pendidikan Thailand mengatakan akan mengembangkan protokol keamanan baru dalam tiga bulan ke depan, termasuk pemeriksaan kesehatan mental dan sistem rujukan bagi individu yang dinilai berisiko. Langkah-langkah tambahan mencakup latihan menghadapi keadaan darurat, upaya memberantas perundungan, dan peningkatan deteksi untuk mencegah benda-benda berbahaya dibawa masuk ke sekolah.

Remaja Penembak di Thailand Pernah Sita Senapan Angin Sekolah | Sama News Agency