Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama Pertamina Simon A. Mantiri ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu sore untuk membahas perkembangan program energi nasional dan efisiensi badan usaha milik negara. Pertemuan tersebut, yang didokumentasikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Senin, mencakus laporan dan arahan strategis mengenai langkah-langkah operasional perusahaan.
Mantiri melaporkan kemajuan pelaksanaan Program Mandatori B50 (Biodiesel 50 persen), yang diluncurkan Prabowo pada Juli, serta kesiapan infrastruktur untuk penerapan mandatori Bioethanol. Prabowo menginstruksikan pengurangan lapisan birokrasi dan anak perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya dalam upaya penataan kelembagaan, menurut pernyataan Teddy.
Restrukturisasi tersebut bertujuan mempercepat pengambilan keputusan di tingkat manajemen dan operasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi anggaran. Pemerintah menegaskan komitmen mendorong pengelolaan BUMN yang lebih gesit, transparan dan berdaya saing guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.



