Rekomendasi jalan kaki 10 ribu langkah per hari yang tersebar luas berasal dari pemasaran alat pengukur langkah bernama manpo-kei di Jepang, bukan dari penelitian ilmiah. Perangkat ini diluncurkan setelah Olimpiade Tokyo 1964 ketika ada kekhawatiran tentang kurangnya aktivitas fisik masyarakat Jepang. Angka 10 ribu dipilih karena mudah diingat dan menarik, meskipun beberapa berspekulasi karena bentuk karakter kanji untuk 10 ribu (万) menyerupai orang yang berjalan.
Sebuah tinjauan sistematis tahun 2025 terhadap 57 studi dengan lebih dari 160 ribu orang dewasa menemukan bahwa manfaat kesehatan maksimal dicapai dengan 7 ribu langkah per hari. Temuan ini terkait dengan penurunan risiko kematian dini sebesar 47%, risiko penyakit kardiovaskular turun 25%, dan risiko diabetes tipe 2 turun 14%. Studi juga menemukan penurunan risiko demensia 38%, depresi 22%, dan jatuh 28%.
Para peneliti menemukan peningkatan nyata dari 2 ribu menjadi 4 ribu langkah, dan peningkatan lebih lanjut hingga 7 ribu langkah. Namun setelah 7 ribu langkah, manfaat kesehatan mulai mencapai titik jenuh. Meningkatkan kecepatan berjalan dapat memberikan hasil lebih maksimal dalam waktu lebih singkat, dengan 75 menit olahraga berat setara dengan 150 menit aktivitas sedang menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia.
Meskipun berjalan kaki meningkatkan kebugaran aerobik jantung dan paru-paru, aktivitas ini tidak melatih kebugaran anaerobik untuk membangun kekuatan dan massa otot. Sebab itu, sebagian besar otoritas kesehatan merekomendasikan latihan penguatan otot seperti angkat beban setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko diabetes, jatuh, dan mempertahankan kekuatan fisik seiring bertambahnya usia.



