Museum Alquran Pamerkan Naskah Bersejarah Abad Ke-18

Museum Alquran di Distrik Budaya Hira Makkah menyimpan salinan Alquran dari abad ke-18 yang menampilkan keahlian kaligrafi dan ornamen Islam.

By Sama News Agency
August 17, 2026
1 min read
Text size

Museum Alquran yang berlokasi di Distrik Budaya Hira di Makkah menyimpan sebuah salinan Alquran dari abad ke-18. Naskah ini menampilkan keindahan dan ketelitian seni kaligrafi serta ornamen Islam pada periode tersebut.

Ditulis dengan tinta hitam, manuskrip memadukan ciri-ciri dari beberapa aliran kaligrafi Islam, menunjukkan kepiawaian sang penyalin dalam menerapkan gaya khas masing-masing aliran. Tanda-tanda diakritik dan penandaan vokalnya yang sangat teliti mencerminkan penekanan pada ketepatan dalam penyalinan Alquran secara tulisan tangan.

Motif bunga dan ornamen rumit menghiasi halaman-halaman pembukanya, menonjolkan tradisi artistik dalam manuskrip Alquran. Pameran ini memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk melihat sejarah penyalinan Alquran tulisan tangan, perkembangan kaligrafi Arab, serta teknik dekorasi dan penyepuhan yang digunakan dalam manuskrip Alquran pada berbagai periode sejarah.

Distrik Budaya Hira, yang berada di kaki Gunung Hira tempat Gua Hira berada, semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Distrik ini menyajikan konten edukatif melalui teknologi interaktif modern yang memadukan keaslian dengan inovasi, termasuk Pameran Wahyu yang mendokumentasikan kisah turunnya wahyu pertama melalui berbagai presentasi visual dan audio.

Distrik Budaya Hira merupakan salah satu proyek utama yang menonjolkan dimensi budaya dan peradaban Makkah, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan sektor budaya dan pariwisata serta memperkenalkan warisan Islam.

Museum Alquran Pamerkan Naskah Bersejarah Abad Ke-18 | Sama News Agency