Lapangan bermain menyimpan cadangan air hujan untuk musim kemarau

Warga di kawasan Baros, Kota Cimahi, memanfaatkan lapangan bermain anak-anak sebagai tempat menyimpan air hujan melalui sistem resapan bawah tanah untuk mengantisipasi musim kemarau.

By Sama News Agency
August 10, 2026
Lapangan bermain anak-anak dengan beberapa anak sedang bermain, dikelilingi bangunan rumah dan tangki penyimpanan air berwarna merah, dengan sistem saluran air dan pipa yang terlihat di permukaan tanah.
Lapangan bermain di kawasan Baros, Kota Cimahi, difungsikan ganda sebagai sistem penyimpanan air hujan bawah tanah untuk mengantisipasi musim kemarau, sambil tetap digunakan anak-anak untuk bermain. (Antara — Terkini)
1 min read
Text size

Anak-anak bermain di sebuah lapangan di kawasan Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, yang terletak tidak jauh dari jalur rel kereta api. Bagi warga setempat, lapangan tersebut memiliki fungsi ganda sebagai ruang bermain sekaligus tempat menyimpan air.

Air hujan yang turun selama musim hujan sebagian diarahkan menuju saluran yang menuju ke titik-titik resapan di bawah lapangan. Warga merencanakan saluran tersebut dengan cermat sehingga proses penyimpanan air nyaris tidak terlihat dari permukaan.

Di bawah tanah, air hujan disimpan dalam sebuah tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter. Dengan menggunakan sistem gravitasi, warga dapat mengambil air tanpa memerlukan pompa ketika membutuhkannya.

Cara tersebut merupakan hasil dari pengalaman warga menghadapi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. Lapangan kini menjadi pengingat bahwa air yang turun saat musim hujan dapat disimpan untuk menghadapi hari-hari kering.