KPEI Catat Penyelesaian Transaksi Bursa Naik 48 Persen

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia mencatat rata-rata nilai penyelesaian transaksi harian bursa meningkat 48 persen menjadi Rp6,65 triliun pada Januari-Juli 2026.

By Sama News Agency
August 18, 2026
Enam pejabat pemerintah duduk di meja panel di depan bendera Indonesia merah putih dan logo globe merah, sementara peserta mendengarkan di baris depan.
Para pejabat dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengumumkan peningkatan penyelesaian transaksi bursa sebesar 48 persen dalam konferensi pers resmi, dengan latar belakang bendera nasional dan simbol perusahaan. (Antara — Terkini)
1 min read
Text size

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatat rata-rata nilai penyelesaian transaksi harian bursa mencapai Rp6,65 triliun pada Januari-Juli 2026, meningkat 48 persen dari rata-rata 2025 yang sebesar Rp4,5 triliun.

Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar mengatakan peningkatan aktivitas transaksi harus diimbangi dengan efisiensi penyelesaian, penguatan manajemen risiko, dan pengelolaan kolateral yang lebih baik. Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi tersebut, rata-rata efisiensi nilai penyelesaian transaksi harian bursa naik menjadi 65,43 persen dari 61,81 persen pada 2025.

KPEI menerapkan mekanisme penyelesaian transaksi pada level Anggota Kliring sejak 15 Juni 2026. Sejak diterapkan, mekanisme tersebut mencatat rata-rata efisiensi instruksi penyelesaian sebesar 96 persen dan peningkatan efisiensi waktu penyelesaian sebesar 86 persen.

Total nilai pinjam-meminjam efek KPEI pada periode Januari-Juli 2026 mencapai Rp109,24 miliar, meningkat sekitar 269 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Volume pinjam-meminjam efek mencapai 31,18 juta lembar saham atau tumbuh sekitar 171 persen dibandingkan 11,01 juta lembar saham pada 2025.

KPEI juga memperluas perannya di pasar uang dan valuta asing setelah resmi menjalankan fungsi Central Counterparty untuk Pasar Uang dan Valuta Asing sejak 30 September 2024. Nilai nosional transaksi Domestic Non-Deliverable Forward melalui layanan tersebut pada Januari-Juli 2026 mencapai 5,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp90,5 triliun, meningkat sekitar 310 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,27 miliar dolar AS.

KPEI Catat Penyelesaian Transaksi Bursa Naik 48 Persen | Sama News Agency