Indef: Pemerintah Harus Buka Diri ke Pasar Global untuk Raih Pertumbuhan 8 Persen

Ekonom senior Indef mengatakan pemerintah harus mengalihkan fokus dari pasar domestik ke strategi berorientasi ekspor untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

By Sama News Agency
August 17, 2026
Sebuah pasar tradisional yang ramai dengan pengunjung, menampilkan berbagai toko yang menjual pakaian berwarna-warni, tekstil, dan kerajinan tangan yang tergantung di dinding dan diatur di vitrini.
Ilustrasi. Pedagang dan pengunjung beraktivitas di sebuah pasar tradisional, mencerminkan potensi pasar domestik Indonesia yang masih dapat dikembangkan melalui strategi ekspor global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (Foto: Dmgultekin / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0))
1 min read
Text size

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini, mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah yang terlalu berfokus pada pasar dalam negeri dan mengabaikan sektor perdagangan luar negeri. Didik mengatakan pemerintah perlu mengubah pendekatan tersebut dengan menerapkan kebijakan berorientasi ke luar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Menurut Didik, kelemahan utama kebijakan ekonomi saat ini adalah pengabaian terhadap sektor luar negeri, dengan semua upaya hanya fokus pada pasar domestik yang menghasilkan pertumbuhan moderat sekitar 5 persen. Belanja pemerintah hanya berfungsi mencegah pertumbuhan jatuh di bawah angka tersebut tetapi tidak berkelanjutan karena menghadapi kendala dari sisi penerimaan dan pengeluaran fiskal, kata Didik kepada Republika pada Ahad (9/8/2026).

Ia menambahkan bahwa konsumsi masyarakat tidak lagi dapat diandalkan sepenuhnya karena kelas menengah terus menyusut. Indonesia memang memiliki pasar domestik yang besar, tetapi sektor usaha perlu didorong untuk bersaing di pasar global agar dapat meningkat kelas dan menghasilkan devisa yang lebih besar, ujar Didik.

Jika pemerintah terus menerapkan pendekatan inward looking, pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak akan melampaui capaian saat ini karena ekspor belum menjadi mesin pertumbuhan yang cukup kuat, menurut Didik. Baginegara sebesar Indonesia, pasar domestik memang penting tetapi tidak mencukupi untuk menghasilkan industrialisasi berkelas dunia.

Didik menekankan bahwa satu-satunya jalan menuju industrialisasi berkelas dunia adalah mengelola sektor luar negeri melalui kebijakan yang berorientasi pada ekspor.

Indef: Pemerintah Harus Buka Diri ke Pasar Global untuk Raih Pertumbuhan 8 Persen | Sama News Agency