Gelombang panas yang intens melanda sebagian besar wilayah Korea Selatan dengan suhu udara di siang hari mencapai 37 derajat Celsius. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu kekhawatiran terhadap risiko kesehatan masyarakat setempat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Korea yang dikutip kantor berita Yonhap, hujan lebat dengan intensitas hingga 100 milimeter diproyeksikan akan mengguyur wilayah pesisir timur dan pegunungan di Provinsi Gangwon. Sementara itu, kawasan Seoul dan wilayah tengah Korea Selatan berpotensi menerima hujan hingga 40 milimeter.
Meski demikian, pihak meteorologi memperingatkan bahwa penurunan suhu akibat hujan hanya bersifat sementara. Setelah curah hujan reda, kombinasi suhu tinggi dan tingkat kelembapan yang meningkat akan kembali menciptakan kondisi gerah yang menyengat.
Dampak gelombang panas memaksa pemerintah mengambil langkah penyesuaian, termasuk mengurangi dan menangguhkan sementara pelaksanaan ujian mengemudi untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit akibat paparan panas berlebih. Data pemerintah mencatat peningkatan drastis dalam kasus penyakit akibat cuaca panas, dengan rata-rata 638 kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan setiap periode Agustus, melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata periode 2011-2015 yang mencatat 215 kasus.
Sebanyak 1.299 orang mengalami gangguan kesehatan akibat sengatan panas dalam periode tersebut, dengan 12 orang dilaporkan meninggal dunia. Prakiraan cuaca mengindikasikan gelombang panas akan berlanjut hingga akhir Agustus, dengan suhu siang hari rata-rata berkisar antara 31 hingga 35 derajat Celsius di seluruh negeri.



