Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan gaya hidup sedentari sebagai kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur dengan pengeluaran kalori kurang dari 1,5 METs. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa gaya hidup sedentari merupakan salah satu penyebab kematian yang sering terjadi di seluruh dunia.
Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, kanker, nyeri sendi, dan obesitas. Kondisi ini juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Mengurangi waktu tidak aktif dan meningkatkan aktivitas fisik dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Mengatasi gaya hidup sedentari dapat dimulai dengan langkah sederhana di rumah, seperti berjalan di sekitar lingkungan rumah setiap pagi, melakukan peregangan rutin, atau menggerakkan tubuh saat menonton televisi. Aktivitas rumah tangga seperti menyapu dan mengepel juga termasuk kegiatan fisik yang dapat membantu mengatasi masalah ini.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi berbagai risiko penyakit.


