Asap kebakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak yang lebih parah bagi satwa liar dibandingkan manusia. Satwa terpaksa menghirup udara tercemar dari kebakaran yang sama dengan yang dihirup manusia, namun dalam kondisi yang lebih buruk.
Kasus orangutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menunjukkan dampak nyata kebakaran hutan tersebut. Menurut laporan Mongabay Indonesia, tujuh orangutan dievakuasi sepanjang Agustus 2026 setelah terdampak kebakaran. Salah satunya adalah orangutan jantan dewasa bernama Sampurna.



