Hidung gatal sering dianggap tanda pilek biasa, padahal keluhan tersebut juga dapat muncul akibat rhinitis alergi. Meski memiliki gejala mirip seperti bersin dan hidung berair, kedua kondisi ini memiliki penyebab serta cara penanganan berbeda.
Rhinitis alergi terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen, seperti debu, tungau, bulu hewan, jamur, atau serbuk sari. Pilek infeksi umumnya disebabkan virus yang menyerang saluran pernapasan, termasuk rhinovirus yang menjadi penyebab paling umum flu ringan.
Pada rhinitis alergi, gatal di hidung biasanya muncul setelah terpapar zat pemicu alergi karena tubuh mengeluarkan respons imun terhadap alergen yang tidak berbahaya. Gejala khasnya meliputi gatal, bersin, dan hidung berair, umumnya tanpa demam. Keluhan sering muncul di lingkungan tertentu, misalnya ruangan berdebu atau dekat hewan peliharaan.
Pilek akibat infeksi terjadi karena masuknya virus ke dalam tubuh. Gejala biasanya muncul secara bertahap dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga satu atau dua minggu, meskipun durasinya dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan jenis virus penyebabnya.
Perbedaan utama terletak pada penyebab dan durasi. Gejala rhinitis alergi dapat berlangsung lebih lama atau berulang selama terpapar alergen, sementara pilek infeksi biasanya membaik setelah tubuh melawan virus penyebabnya. Demam lebih sering berkaitan dengan infeksi dibandingkan alergi. Rhinitis alergi dapat kambuh saat terkena debu, asap, atau pemicu alergi lainnya, sedangkan pilek infeksi dapat menular melalui kontak dekat dengan orang sakit.
Untuk rhinitis alergi, langkah utama adalah menghindari pemicu alergi dengan membersihkan rumah dari debu, mencuci perlengkapan tidur secara rutin, serta mengurangi paparan asap atau bahan pemicu alergi. Dokter juga dapat menyarankan penggunaan obat seperti antihistamin atau semprotan hidung sesuai kondisi pasien.
Untuk pilek infeksi, pengobatan fokus pada meredakan gejala melalui istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan menjaga kebersihan tangan untuk membantu proses pemulihan. Antibiotik tidak diperlukan untuk pilek yang disebabkan virus karena obat tersebut tidak bekerja melawan infeksi virus.
Keluhan hidung gatal perlu diperiksa tenaga kesehatan apabila berlangsung lama, semakin berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, disertai sesak napas, demam tinggi, nyeri wajah, atau lendir hidung yang tidak kunjung membaik. Dengan mengenali perbedaan antara rhinitis alergi dan pilek infeksi, seseorang dapat mengetahui langkah penanganan yang lebih tepat sesuai penyebabnya.



