Tiga Bank Besar Raih Posisi Teratas dalam Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2026

Fortune Indonesia merilis daftar perusahaan 100 terbesar tahun 2026 dengan standar pendapatan minimal Rp 12,31 triliun, naik signifikan dari daftar perdana empat tahun lalu.

Oleh Sama News Agency
16 Agustus 2026
Grafis cover majalah Fortune Indonesia menampilkan angka "100" dengan desain modern bergradasi warna, menunjukkan publikasi daftar 100 perusahaan terbesar Indonesia.
Fortune Indonesia mengumumkan daftar 100 perusahaan terbesar tahun 2026 dengan standar pendapatan minimal Rp 12,31 triliun, di mana tiga bank besar meraih posisi teratas dalam peringkat tersebut. (Katadata)
1 menit membaca
Ukuran teks

Fortune Indonesia merilis daftar "Fortune Indonesia 100" tahun 2026 dengan persyaratan pendapatan minimal Rp 12,31 triliun pada tahun fiskal 2025. Standar tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan edisi perdana dengan kinerja 2021, yang menetapkan ambang batas Rp 8,41 triliun.

Dalam empat tahun, "tiket masuk" Fortune Indonesia 100 meningkat hampir 46 persen, atau tumbuh rata-rata 10 persen per tahun. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendominasi tiga posisi teratas berdasarkan laba bersih.

BCA mencapai peringkat pertama dengan laba bersih Rp 57,54 triliun pada 2025, melompat dari posisi ke-10 tahun sebelumnya dan menggeser PT Pertamina (Persero) ke posisi keempat dengan laba bersih Rp 56,23 triliun. BRI naik satu peringkat ke posisi kedua dengan laba bersih Rp 56,65 triliun, sementara Bank Mandiri naik dua peringkat ke posisi ketiga dengan laba bersih Rp 56,29 triliun. PT Astra International Tbk (ASII) turun ke posisi kelima dengan laba bersih Rp 32,77 triliun.

Data Fortune Indonesia menunjukkan sekitar 66 persen dari 100 perusahaan yang masuk daftar mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun hanya 49 perusahaan yang mengalami pertumbuhan laba bersih, sedangkan 51 perusahaan mengalami penurunan. Hendra Soeprajitno, Editor in Chief Fortune Indonesia, mengatakan dalam siaran pers bahwa "pertumbuhan pendapatan belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba."

Total pendapatan 100 perusahaan dalam daftar mencapai Rp 6.224,01 triliun, setara 26,1 persen dari produk domestik bruto nasional 2025 sebesar Rp 23.831 triliun. Dari jumlah tersebut, 19 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan kontribusi pendapatan sebesar 50,32 persen. Soeprajitno mengatakan perubahan posisi perusahaan, termasuk BRI yang pertama kali menempati posisi ketiga berdasarkan pendapatan 2025, menunjukkan bahwa "bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen."

Tiga Bank Besar Raih Posisi Teratas dalam Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2026 | Sama News Agency