Program renovasi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah dimulai di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebelumnya telah dilaksanakan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, dengan kuota sebanyak 50 titik tersedia untuk Kabupaten Sumenep.
Dari jumlah tersebut, delapan rumah telah lolos verifikasi. Koordinator Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Kabupaten Sumenep Agung Candra mengatakan proses renovasi kemungkinan dimulai bulan depan sambil menunggu penetapan surat keputusan.
Verifikasi faktual dilaksanakan di tiga lokasi, termasuk rumah Susanti di Desa Pabian serta rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib menyatakan bahwa di Sekolah Rakyat tidak hanya anak-anak yang disekolahkan tetapi orangtuanya juga diberdayakan.
Ishaq meminta tim Kementerian Perumahan menyesuaikan renovasi dengan kebutuhan penerima manfaat, termasuk untuk keperluan usaha mereka. Dia juga meminta Kemensos memberikan bantuan pemberdayaan kepada penerima manfaat agar segera mandiri.
Secara nasional, Program 3 Juta Rumah menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni bagi orangtua siswa Sekolah Rakyat, yang diimplementasikan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.


