Pendiri Sekolah Jakarta Buka Suara soal Penemuan Senjata

Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Jakarta Selatan mengungkapkan kesedihannya atas ditemukannya 995 senjata di ruang mantan ketua yayasan, sementara kuasa hukum sekolah menuntut bukti atas klaim senjata tersebut untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
Seorang pria berbaju hitam berdiri di samping pintu kayu berwarna cokelat yang dipasang garis polisi kuning dan putih.
Seorang pria mengamati garis polisi yang dipasang di depan sebuah ruangan dalam kasus penemuan senjata di institusi pendidikan.
1 menit membaca
Ukuran teks

Yan Sofyan Syafe'i, pendiri Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu di Jakarta Selatan, buka suara tentang penemuan 995 senjata di ruang mantan Ketua Yayasan sekolah swasta tersebut. Sofyan mengatakan sedih dengan temuan itu dan berharap masalah tersebut dapat segera diatasi.

"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi insya Allah mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (9/8).

Kuasa hukum yayasan sekolah Alvon Kurnia Palma meminta agar klaim bahwa senjata tersebut untuk kegiatan ekstrakurikuler dibuktikan dengan jelas. Alvon meminta agar pihak-pihak yang membuat klaim tersebut memastikan tidak ada keterangan yang tidak tepat.

"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi sesuatu yang melegitimasi hal yang sebenarnya tidak benar," ujar Alvon. Dia juga membantah ada konflik kepentingan di antara para pendiri yayasan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra, yang mengaku sebagai pemilik senjata, menuturkan bahwa ratusan airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin. Alhadid mengatakan senjata-senjata itu disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target yang dirancang pada tahun 2020 atas kerja sama dengan Suryo, pembina yayasan.

Sementara menunggu penyelesaian masalah, pihak sekolah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk sementara selama seminggu mulai Senin untuk menjamin keamanan siswa. Selama pembelajaran jarak jauh, pihak sekolah meminta polisi melakukan sterilisasi di sekolah.

Pendiri Sekolah Jakarta Buka Suara soal Penemuan Senjata | Sama News Agency