Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengeluarkan pernyataan soal penemuan ratusan senjata, narkotika, dan CD pornografi di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Arifah menyatakan prihatin atas temuan tersebut dan berharap pihak sekolah memastikan siswa tetap bisa belajar dengan baik dan aman.
Arifah meminta semua pihak menjaga privasi anak-anak dan tidak memberikan stigma akibat kasus maupun pemberitaan. Ia menekankan bahwa anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka.
Menteri mendorong pihak sekolah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas serta memperkuat pengawasan untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap aman. Arifah juga meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan kepolisian dan tidak mendahului hasil pemeriksaan.
Kementerian PPPA akan berkoordinasi aktif dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau penanganan kasus serta memastikan aspek perlindungan anak tetap diperhatikan. Arifah menyarankan sekolah dapat menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak dan menyediakan pendampingan psikososial bagi siswa, tenaga pendidik, maupun orang tua yang membutuhkan.
Penemuan senjata berawal ketika sejumlah orang memasuki ruangan mantan ketua yayasan sekolah tersebut pada 10 dan 11 Juli karena ruangan hendak dipakai untuk kebutuhan siswa. Kuasa hukum pihak sekolah Hermawanto mengatakan ditemukan 995 pucuk senjata termasuk senjata api, amunisi, dan aksesoris senjata lainnya. Pada 5 Agustus malam, saat pihak sekolah kembali membuka ruangan lain, ditemukan kembali beberapa senjata api, narkoba, dan CD pornografi.



