KOWANI Perkuat Kampanye Tempe Menuju UNESCO dengan Jalan Sehat dan Festival Pangan

Kongres Wanita Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat gerakan Tempe Indonesia Goes to UNESCO, melibatkan lebih dari 1.000 peserta dalam jalan sehat dan festival pangan di Jakarta.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
2 menit membaca
Ukuran teks

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyelenggarakan beragam kegiatan untuk memperkuat gerakan Tempe Indonesia Goes to UNESCO di halaman kantor pusatnya di Jakarta Pusat pada Ahad (9/8/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta ini memadukan olahraga, pelestarian budaya, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi kesehatan.

Agenda utama acara tersebut adalah Fun Walk 10.000 Langkah Sehat dengan rute dari halaman Kantor KOWANI menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke titik awal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World.

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan tempe memiliki potensi besar tidak hanya sebagai makanan tradisional tetapi juga sebagai bagian dari ketahanan pangan dan sumber peluang ekonomi, khususnya bagi perempuan. Dia menambahkan pengembangan tempe dapat dilakukan melalui inovasi berbahan dasar lokal, tidak hanya kedelai tetapi juga sorgum dan berbagai jenis kacang-kacangan. Nannie menyatakan bahwa tempe bukan hanya pangan tetapi juga memiliki potensi menjadi sumber penghidupan keluarga.

Selain Fun Walk, kegiatan tersebut mencakup Deklarasi Nasional Tempe Indonesia Goes to UNESCO, Festival Tempe, Nusantara Festival Sorgum, Nusantara Festival Cassava, Nusantara Cooking Experience, pameran koperasi dan UMKM, serta Senam Tai Chi. Acara juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi dan pencegahan stunting, business matching, dan pembagian bibit pohon produktif.

Menurut Nannie, pengenalan tempe yang semakin luas di berbagai negara menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat pelestarian dan pengakuan terhadap tradisi pembuatan tempe. Dia menekankan bahwa gerakan menuju UNESCO bukan sekadar mengejar pengakuan internasional tetapi juga memastikan pengetahuan, keterampilan, dan tradisi pembuatan tempe tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya. "Kalau kita tidak bergerak cepat, sementara tempe semakin dikenal di berbagai negara, kita bisa tertinggal," kata Nannie.

Acara ini juga menampilkan Gerakan Pangan Murah untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau kepada masyarakat. KOWANI memandang pengembangan pangan lokal perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, dengan inovasi dan akses pasar yang lebih luas.

KOWANI Perkuat Kampanye Tempe Menuju UNESCO dengan Jalan Sehat dan Festival Pangan | Sama News Agency