Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan milik pemerintah daerah, awalnya diperuntukkan untuk sport center, berlokasi di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, di seberang Universitas Wiraraja.
Kabid Linjamsos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumenep R Erwien Hendra Laksmono mengatakan lahan ini merupakan lokasi kedua yang diusulkan lantaran lokasi pertama tidak memenuhi syarat. Dokumen pengajuan disebut sudah siap dan akan diantar langsung ke Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kantor Kementerian Sosial.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, lahan berada tidak jauh dari akses Jalan Trunojoyo dan berstatus datar. Akan tetapi, akses kendaraan ke lokasi berupa jalan desa masih perlu diuruk dan diperluas. Erwien berharap pembangunan bisa dimulai tahun ini.
Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib memberikan apresiasi atas keseriusan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mendukung program prioritas Sekolah Rakyat. Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai menyarankan Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama untuk memudahkan konsolidasi pengajuan lahan Sekolah Rakyat permanen.
Sekolah Rakyat permanen ini direncanakan untuk memfasilitasi siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep yang saat ini berlokasi di Gedung SKB Kecamatan Batuan. SRT 49, yang beroperasi sejak 2025, memiliki peserta didik sebanyak 76 siswa jenjang SD dan SMP tetapi daya tampungnya masih sangat terbatas.


