Insentif Dianggap Penting untuk Capai Target Zero ODOL

Pengamat transportasi menekankan bahwa insentif pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung implementasi kebijakan zero over dimension overloading pada 2027 dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Oleh Sama News Agency
19 Agustus 2026
1 menit membaca
Ukuran teks

Deddy Herlambang, pengamat transportasi dari Inisiasi Strategis Transportasi (Instran), mengatakan pemberian insentif sangat diperlukan untuk mendukung implementasi kebijakan zero over dimension overloading (ODOL) pada 2027. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas distribusi barang.

Menurut Deddy, insentif dapat menjadi pendorong utama bagi pelaku usaha logistik dalam menjalani transisi menuju penerapan zero ODOL. Dia menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan kebijakan didukung langkah terukur agar proses transisi dapat berjalan lancar, termasuk melalui penyusunan roadmap yang memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan memberikan solusi agar dunia usaha dapat melakukan transisi tanpa mengganggu kelancaran kegiatan logistik di berbagai wilayah. Pemerintah menyiapkan insentif bagi perusahaan logistik untuk mengganti armada yang belum sesuai ketentuan menjadi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Deddy menilai pemberian insentif perlu disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur agar kebijakan memberikan manfaat optimal. Dia mencatat bahwa penggunaan kendaraan logistik berbasis listrik masih memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, karena ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas di berbagai daerah.

Deddy juga menilai pengembangan angkutan multimoda menjadi pilihan strategis untuk mengurangi ketergantungan distribusi logistik terhadap angkutan truk. Dia menjelaskan bahwa pola distribusi menggunakan kapal dan kereta api sebagai angkutan utama, kemudian dilanjutkan truk sebagai pengumpan, dinilai lebih ideal meskipun berbiaya tinggi. Karena itu, pemerintah perlu memberikan insentif maupun subsidi agar biaya angkutan multimoda menjadi lebih kompetitif.

Dukungan tersebut dapat membantu menekan biaya logistik nasional yang saat ini masih berkisar antara 14,2 persen hingga 23 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia, menurut Deddy. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menegaskan upaya pemerintah dalam mewujudkan zero ODOL pada 2027 dilakukan dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor, pengawasan menyeluruh, serta penegakan hukum berbasis teknologi. Menhub mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi guna mewujudkan target tersebut.

Insentif Dianggap Penting untuk Capai Target Zero ODOL | Sama News Agency