Dua Inovasi Siswa SMK Gunungkidul Raih Tiket ke Final FIKSI 2026

PLN Unit Induk Distribusi Yogyakarta mengantarkan dua inovasi siswa SMK Negeri 1 Saptosari ke final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2026 di Bali pada September mendatang.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
Sebuah bangunan sekolah berwarna krem dengan atap merah bata, dilengkapi papan nama biru dan merah, dikelilingi pohon-pohon hijau dan tiang listrik.
Ilustrasi. SMK Negeri 1 Saptosari di Gunungkidul, tempat di mana dua inovasi siswa berhasil lolos ke final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2026. (Foto: Jie73 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0))
2 menit membaca
Ukuran teks

PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Yogyakarta melalui Rumah BUMN Gunungkidul membawa dua inovasi karya siswa SMK Negeri 1 Saptosari ke babak final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 yang akan diselenggarakan di Bali pada September 2026. Pencapaian ini diraih setelah empat kelompok siswa menerima pendampingan kewirausahaan dari Rumah BUMN Gunungkidul, dengan dua kelompok lolos ke tingkat nasional melalui inovasi berbasis potensi lokal Gunungkidul dan dua kelompok lainnya menembus seleksi tingkat regional.

Dua inovasi yang melaju ke final nasional adalah Umami dalam kategori Pengembangan Usaha dan GutReady dalam kategori Pengembangan Ide Usaha. Umami adalah bumbu penyedap rasa non-MSG berbahan dasar cangkang udang yang memanfaatkan limbah hasil laut dari kawasan pesisir selatan Gunungkidul menjadi bumbu masak serbaguna. GutReady menghadirkan minuman serbuk instan berbahan pangan lokal seperti pisang, gembili, singkong, dan berbagai buah khas Gunungkidul yang dikembangkan sebagai produk pendukung gaya hidup sehat.

Dua inovasi lain yang ikut dalam seleksi tingkat regional adalah ESand Vest 2in1, rompi wastra multifungsi yang dapat diubah menjadi tas jinjing, serta Tanera, produk makanan ringan sehat berbahan biji munggur, biji labu, dan buah ciplukan. General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengatakan capaian tersebut sejalan dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dalam membangun generasi muda yang mandiri, inovatif, dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.

Pendampingan Rumah BUMN Gunungkidul mencakup pembuatan toko pada marketplace, pengelolaan pemasaran digital melalui media sosial, pengembangan website bisnis sederhana, hingga integrasi produk ke dalam saluran pemasaran Rumah BUMN Gunungkidul. Fasilitator Rumah BUMN Gunungkidul Atikka mengatakan pembinaan diarahkan agar siswa mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah kompetisi. Kepala SMK Negeri 1 Saptosari Markidin Parikesit mengapresiasi kolaborasi dengan Rumah BUMN Gunungkidul, menyebut bahwa pendampingan ini membuka wawasan siswa bahwa kewirausahaan dapat menjadi pilihan karier setelah lulus sekolah.

Rumah BUMN Gunungkidul adalah program pemberdayaan ekonomi yang dikelola PLN untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan wirausaha muda melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar. Program ini juga menyediakan Basecamp Millennial sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Dua Inovasi Siswa SMK Gunungkidul Raih Tiket ke Final FIKSI 2026 | Sama News Agency