Sejumlah produk aksesori berbahan daur ulang mulai masuk rantai ritel modern setelah sebelumnya hanya dijual melalui kanal daring.
Produk tersebut dibuat dari sisa potongan kulit dan logam bekas industri yang dikumpulkan dari bengkel dan pabrik mitra.
Produsen menyebut tantangan utama adalah menjaga konsistensi warna dan ukuran karena bahan baku bersifat tidak seragam.
Peritel menyatakan lini tersebut ditempatkan pada rak khusus disertai keterangan asal bahan.